Kenyataan Hidup
Layaknya seekor
anak burung
Ketika ia
beranjak dewasa
Ketika itu
pula sang induk melepasnya
Terombang-ambing
seorang diri
Langit pun
diam..
Angin pun
bungkam..
Terbang mencari
tujuan
Menggapai harapan
Sejak usia
tiga tahun
Seorang anak
dari perantauan
Hidup sendiri..
Lantaran ayah
dan ibunya pergi
Hingga ke
negeri orang
Hanya untuk
menjemput rizki tuhan
Buang saja
kebahagaiaan
Agar dunia
tahu…
Agar alam faham…
Kenapa harus
uang.. kenapa harus uang?
Iya.. kenapa
uang yang menentukan
Untukmu Pejuang
Gentar..
Tak gentar..
Berlalu masa
silam
Bukan hanya
keringat
Namun darah
rela bercucuran
Nyawa jadi
taruhan, harta tak dihiraukan
Berjuang..
Berperang..
Mengusir para
pecundang
Yang datang
merebut kekayaan alam
Tapi..
Ketika
pejuang berhasil menang
Justru masa
tua tidak ada jaminan
Tak sedikitpun
mereka dendam
Namun mereka
bangga
Sanggup memberi..
Sanggup membagi..
Ketentraman dan
kenyamanan
Kehidupan saat
ini
Yang sedang
kita nikmati
Tergerus Zaman
Merdu nyanyian
alam
Berpadu angin
yang datang
Pohon,
burung, ikan, bahkan beruang
Seakan menambah
indah suara alam
Sedih..
Sayang seribu
sayang
Keindahan itu
tak dapat kita nikmati lagi
Pembangunan menggusur
kesejukan
Indah alam
perlahan menghilang
Pohon
berganti gedung
Rumput berganti jalan
Hanya panas
yang terasa
Bukan indah
yang didamba
Bumi merapuh
menahan beban
Hingga alam
yang jadi tak seimbang